JAKARTA — Berawal dari sekadar menyalurkan hobi di ruang laboratorium sekolah yang sederhana, komunitas robotika dari salah satu Madrasah Aliyah Negeri (MAN) berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tim yang beranggotakan tiga siswa kelas XI ini sukses membawa pulang medali emas dalam ajang International Youth Robotic Competition (IYRC) yang berlangsung pekan lalu.
Prestasi gemilang ini diraih berkat inovasi mereka yang dinamakan “GreenSort Bot”, sebuah robot pintar pemilah sampah otomatis. Berbeda dengan robot industri pada umumnya, GreenSort Bot dirakit dengan memanfaatkan komponen ramah lingkungan serta beberapa material daur ulang untuk kerangka utamanya.
Inovasi Berbasis Sensor Warna
Ketua Tim Robotika Madrasah, Ahmad Fauzan, menjelaskan bahwa ide pembuatan robot ini berawal dari kegelisahan mereka melihat menumpuknya sampah yang bercampur di lingkungan sekolah. Bersama dua rekannya, Siti Aminah dan Ryan Hidayat, mereka mulai merancang sistem pemilah otomatis yang efisien.
“Kami melihat kesadaran memilah sampah masih rendah. Jadi kami terpikir untuk membuat sistem mekanis yang bisa membantu manusia. Robot ini bekerja menggunakan sensor warna canggih yang terintegrasi dengan mikroprogresor,” ujar Fauzan saat ditemui di sekolahnya, Rabu (1/7).
Cara kerjanya cukup interaktif. Ketika sampah diletakkan di atas ban berjalan (conveyor belt), sensor akan langsung mendeteksi karakteristik objek.
- Sampah Organik: (Seperti daun kering atau sisa makanan) yang biasanya ditempatkan dalam wadah khusus, akan didorong oleh lengan robot ke sisi kanan.
- Sampah Anorganik: (Seperti botol plastik atau kaleng) yang memiliki pantulan warna dan material berbeda, akan diarahkan ke sisi kiri.
Dukungan Sekolah dan Tantangan Dana
Keberhasilan ini tidak diraih dalam semalam. Pembina Ekstrakurikuler Robotika, Ustaz Mansur, mengungkapkan bahwa komunitas ini awalnya hanyalah wadah berkumpulnya para siswa yang gemar mengotak-atik perangkat elektronik bekas.
“Keterbatasan dana di awal sempat membuat kami memanfaatkan komponen dari komputer dan printer bekas. Namun, semangat anak-anak tidak surut. Pihak sekolah kemudian memberikan dukungan penuh, termasuk memfasilitasi bimbingan intensif menjelang kompetisi di tingkat internasional,” kata Mansur.
Kepala Sekolah MAN turut menyampaikan rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa prestasi ini membuktikan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga mampu bersaing dan berinovasi di bidang sains dan teknologi terapan dunia.
Langkah Menuju Komersialisasi
Meski sudah meraih medali emas, tim GreenSort Bot tidak cepat puas. Saat ini, mereka sedang melakukan penyempurnaan pada sistem kecerdasan buatan robot agar tidak hanya mengandalkan sensor warna, melainkan juga sensor berat dan bentuk.
Rencananya, purwarupa robot ini akan diproduksi dalam skala lebih besar untuk diuji coba langsung di area kantin dan lingkungan sekitar madrasah, sebelum nantinya dilirik oleh investor untuk dikembangkan sebagai solusi sanitasi pintar di fasilitas publik.

