SURAKARTA — Menjawab berbagai tantangan global yang kian kompleks—mulai dari krisis iklim, ketimpangan sosial, polarisasi politik, hingga maraknya disinformasi digital—Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi menggelar The 7th Annual Civic Education Conference (ACEC) International Student Competition 2026.
Ajang bergengsi tingkat internasional ini hadir sebagai wadah bagi mahasiswa perguruan tinggi dari dalam maupun luar negeri untuk mencetuskan gagasan inovatif dan solutif. Mengusung tema utama “Reimagining Civic Education for a Sustainable and Inclusive Global Society,” kompetisi ini bertujuan untuk mendorong transformasi pendidikan kewarganegaraan agar lebih adaptif, kritis, dan berorientasi pada aksi nyata.
Empat Kategori Lomba dan Lima Isu Strategis
Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa jenjang D3, D4, hingga S1. Terdapat empat kategori lomba yang dapat diikuti:
- Kategori A (Scientific Oration Video): Video presentasi ilmiah berdurasi 5–7 menit (dapat diikuti individu).
- Kategori B (IT Learning Media): Media pembelajaran berbasis teknologi seperti gim interaktif, VR/AR, video animasi, atau presentasi interaktif (berkelompok).
- Kategori C (Non-IT Learning Media): Media pembelajaran fisik/konvensional ramah lingkungan seperti poster, board game, diorama, atau alat peraga (berkelompok).
- Kategori D (Podcast): Media edukasi berbasis audio/video digital berdurasi 5–10 menit (berkelompok/individu).
Seluruh karya yang dilombakan berpatokan pada lima subtopik utama, di antaranya transformasi pembelajaran kewarganegaraan berbasis inklusi, dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), pendidikan antiradikalisme, peran mahasiswa sebagai agen perubahan, serta integrasi nilai lokal dalam tatanan global.
“Kompetisi ini diselenggarakan untuk menstimulasi pemikiran kritis mahasiswa, memperkaya perspektif kewarganegaraan global, serta mendorong terciptanya media pembelajaran yang inovatif dan ramah lingkungan.”

