
Bandung, 30 September 2026 – SDN Harapan 212 Kota Bandung menyelenggarakan Workshop Parenting bertema “Bijak Mendampingi Anak di Era Digital” pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Kelas 1A dan 1B, dan diikuti oleh orang tua serta siswa kelas 6.
Workshop ini menghadirkan narasumber Retno Estuning Ratri, M.Psi., psikolog pendidikan sekaligus pendiri Maxima Potensia Indonesia. Acara dipandu oleh moderator Utun Tarmana, S.Pd., dan dibuka dengan pembacaan hamdalah serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Dalam sambutannya, Kepala SDN Harapan 212, Trisnawati, S.Pd.SD., menekankan pentingnya kegiatan ini bagi para orang tua. Menurutnya, orang tua perlu terus belajar agar mendapatkan ilmu parenting yang dapat diterapkan kepada anak-anak di rumah dan membawa dampak nyata bagi tumbuh kembang mereka.
Dalam paparannya, Retno mengawali materi dengan menggambarkan karakter generasi saat ini. “Generasi Alpha tumbuh bersama kemajuan teknologi digital yang pesat. Anak-anak generasi ini diprediksi menjadi pembawa perubahan dan kemajuan bagi bangsa,” ujarnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa banyak persoalan yang muncul dan berkembang dalam pendampingan anak di era digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, Retno membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan orang tua, antara lain:
- Membiasakan anak menulis dan membaca, karena kegiatan ini membantu memperkuat daya ingat anak.
- Menerapkan pola asuh parenting adaptif, yakni menempatkan teknologi sebagai alat yang dikendalikan, bukan yang mengendalikan.
- Menjadi teladan (role model) bagi anak dalam penggunaan gawai sehari-hari.
- Membuat kesepakatan bersama anak untuk membatasi waktu penggunaan gawai.
- Berperan sebagai mediator dengan ikut mengenal apa yang disukai anak, sehingga orang tua dapat mendeteksi konten yang kurang ramah anak.
- Memanfaatkan fitur parental control pada perangkat dan aplikasi yang digunakan anak.
- Memperbanyak stimulasi sensorik dan sosial melalui aktivitas langsung dan interaksi dengan orang lain.
- Melatih delay gratification (menunda kepuasan), yaitu melatih anak untuk bersabar dalam menanti sesuatu.
Di akhir sesi, Retno menutup paparannya dengan sebuah pesan reflektif. “Teknologi di tangan anak bisa mengubah cara mereka melihat dunia. Namun, pendampingan orang tua di samping merekalah yang menentukan bagaimana karakter mereka di dalam dunia tersebut,” tuturnya.
Melalui workshop ini, SDN Harapan 212 Kota Bandung berharap para orang tua semakin siap dan bijak mendampingi putra-putrinya menghadapi perkembangan teknologi, sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

