Sumedang – Lapang Sepak Bola Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, dipenuhi warna merah putih pada Sabtu (16/5/2026). Ribuan warga dan wisatawan memadati lokasi Karnaval Agustusan “Gebyar Desa Wisata Cilembu” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.

Sejak pukul 09.00 WIB, pengunjung disuguhi beragam agenda: pentas seni dan budaya Sunda, parade mobil dan sepeda hias, tumpeng hasil bumi, pawai kemerdekaan, pembagian doorprize, serta bazar kuliner khas desa. Ubi Cilembu, komoditas yang telah membawa nama desa ini hingga pasar ekspor, menjadi primadona di stan-stan UMKM warga.
“Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh warga Cilembu, kami mengucapkan terima kasih kepada Tim PkM Universitas Terbuka Bandung. Selama tiga tahun ini, pendampingan mereka benar-benar terasa. Wisatawan makin banyak yang datang, dan UMKM warga ikut bergerak,” ujar Kepala Desa Cilembu, Asep Suhara.
Gebyar ini menjadi bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Skema Nasional Universitas Terbuka (UT) Bandung yang kini memasuki tahun ketiga. Program bertajuk “Pengembangan Desa Cilembu sebagai Desa Pariwisata: Suatu Desa Binaan UT dalam Peningkatan Pariwisata dan Ekonomi Mikro Kreatif” ini dipimpin Miftahunnisa’ Igiriza, S.I.P., M.A., bersama Zulham Adamy, S.H., M.H., dan Dr. Riza Alrakhman, M.Pd., serta melibatkan lima mahasiswa UT.
Dari Hiking Rengganis ke Panggung Kemerdekaan
Pendampingan UT Bandung di Cilembu berawal dari upaya memulihkan sektor wisata desa yang terpukul pandemi COVID-19. Kampung Wisata Panjugjugan, salah satu destinasi andalan desa, sempat sepi pengunjung akibat minimnya promosi digital.
Tim PkM kemudian menggagas Hiking Rengganis, jalur jelajah alam dari Kampung Wisata Panjugjugan menuju Curug Rengganis. Kegiatan tahun ini diikuti 100 peserta dari Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Kota Bandung, dan Kota Cimahi. Perencanaannya dilakukan bersama 35 warga melalui musyawarah di balai desa, dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan.
Hasilnya terasa. Pada Agustus–September, kunjungan wisatawan ke desa naik menjadi rata-rata 500 orang per bulan, dari sebelumnya sekitar 180 orang. Rombongan dari Bandung hingga Jakarta berdatangan, termasuk Ikatan Guru TK Indonesia (IGTKI) Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.
Evaluasi tim PkM juga mencatat lonjakan sejumlah indikator. Keterlibatan masyarakat naik dari 23 persen menjadi 95 persen, pendapatan UMKM lokal dari 43 persen menjadi 90 persen, dan kerja sama antarlembaga dari 56 persen menjadi 95 persen. Kesadaran peserta akan pentingnya menjaga lingkungan pun meningkat dari 15 persen menjadi 78 persen.
Kolaborasi Desa, Pokdarwis, dan Kampus
Keberhasilan program tidak lepas dari peran mitra. Pemerintah Desa Cilembu di bawah Kepala Desa Asep Suhara, bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, turut menyediakan lokasi, menggerakkan warga, hingga menjadi pemandu lokal bagi wisatawan.

“Tiga tahun pendampingan ini kami arahkan agar program tetap berjalan meski PkM selesai. Pokdarwis dan pemerintah desa kini sudah mampu menyelenggarakan kegiatan wisata secara mandiri, dan itulah ukuran keberhasilan yang paling penting bagi kami,” tutur Miftahunnisa’ Igiriza.
Melalui momentum HUT RI ke-81, Desa Cilembu menegaskan diri bukan hanya sebagai sentra ubi, tetapi juga desa wisata yang memadukan keindahan alam perbukitan, kekayaan budaya, dan geliat ekonomi kreatif warganya. Dokumentasi kegiatan PkM ini dapat disimak di akun Instagram @pkm_utbdg.

