SURAKARTA, 28 Juli 2026 – Memasuki H-1 pelaksanaan The 7th Annual Civic Education Conference (ACEC 2026), suasana persiapan akademik di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kian memuncak. Konferensi internasional tahunan yang diprakarsai oleh Asosiasi Profesi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Indonesia (AP3KnI) bekerja sama dengan FKIP UNS ini siap mengumpulkan ratusan peneliti, dosen, serta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Tahun ini, ACEC 2026 membawa sorotan tajam pada penguatan kewargaan digital (digital citizenship), pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan kewarganegaraan, hingga perlindungan hak-hak digital yang selaras dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Integrasi Teknologi dan Etika Kewargaan
Sekretaris Jenderal AP3KnI, Prof. Dr. Triyanto, S.H., M.Hum., menekankan bahwa transformasi digital memunculkan tantangan baru dalam membina etika dan karakter warga negara. Lewat konferensi ini, para praktisi dan akademisi akan membedah bagaimana kurikulum PPKn mampu beradaptasi secara adaptif dan futuristik.
“Tantangan hari ini tidak hanya berada di ruang fisik, tetapi juga ruang digital. Melalui forum ACEC 2026, kita ingin merumuskan bagaimana kecerdasan buatan, edukasi hak asasi manusia, dan kearifan lokal dapat dipadukan untuk membentuk global digital citizens yang kritis, santun, dan berwawasan lingkungan,” tegasnya.
Ruang Unjuk Inovasi Mahasiswa dan Forum Kaprodi
Selain menghadirkan pakar internasional dari Australia, Malaysia, dan Indonesia dalam Keynote Session, ACEC 2026 memfasilitasi ruang aktualisasi bagi generasi muda melalui Student Competition dan paparan makalah riset (parallel session).
Di saat yang sama, agenda ini juga menghadirkan Forum Program Studi PPKn se-Indonesia yang dipimpin oleh Dr. Junaidi Indrawadi, M.Pd. Forum strategis ini bertujuan untuk menyelaraskan standar kurikulum, pengembangan riset bersama, serta penguatan tata kelola jurnal ilmiah nasional di bidang kewarganegaraan.
Kesiapan Surakarta Sambut Delegasi
Koordinator Panitia Lokal UNS memastikan bahwa seluruh rangkaian teknis—mulai dari visiting lecture, seminar utama, hingga layanan akomodasi peserta di Kota Surakarta—telah siap 100 persen.
“Kami ingin memastikan para peserta tidak hanya mendapatkan pemikiran bernilai akademis tinggi, tetapi juga menikmati kehangatan budaya dan kuliner khas Surakarta selama tiga hari pelaksanaan,” ungkap panitia penyelenggara.
Kegiatan puncak ACEC 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29–31 Juli 2026, dan hasilnya diharapkan menjadi rujukan penting bagi pembuat kebijakan, pendidik, serta peneliti pendidikan kewarganegaraan di tingkat nasional maupun internasional.

