SUMEDANG – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas belajar. Peran guru yang kreatif serta keterlibatan orang tua juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Hal tersebut menjadi perhatian tim dosen dan mahasiswa Universitas Terbuka (UT) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di KOBER Miftahul Ulum, Sumedang. Program ini diarahkan pada penguatan sarana pembelajaran sekaligus peningkatan kapasitas guru dan orang tua dalam mendampingi pendidikan anak usia dini.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Terbuka bersama guru dan peserta didik KOBER Miftahul Ulum.
KOBER Miftahul Ulum hadir dari kepedulian masyarakat terhadap kebutuhan layanan pendidikan anak usia dini di lingkungan perkampungan. Keberadaan PAUD dengan fasilitas memadai yang cukup jauh dan sulit dijangkau menjadi salah satu alasan lembaga ini hadir lebih dekat dengan masyarakat. Namun, dalam perkembangannya KOBER Miftahul Ulum masih menghadapi keterbatasan sarana pembelajaran, alat permainan edukatif, dan fasilitas pendukung lainnya.
Program PkM tersebut diketuai oleh Irpan Kusyadi, dengan tim dosen yang terdiri atas Zulham Adamy, Angga Sucitra Hendrayana, Ridho Harta, Miftahunnisa’ Igiriza, Riza Alrakhman, Mei Restiana, dan Afaqa Hudaya. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Universitas Terbuka, yaitu Tasya Angelicia Tenggara, Angga Syafrianto, dan Keisha Refanaura Hakim. Keterlibatan dosen dan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan, tetapi juga pada proses pendampingan kepada mitra.
Hingga Semester 2 tahun 2026, tim PkM telah melaksanakan empat rangkaian kegiatan utama, yakni penyerahan hibah sarana pembelajaran, pelatihan parenting, kegiatan literasi, serta pelatihan Canva bagi guru. Ketua Tim PkM, Irpan Kusyadi, mengatakan program dirancang agar tidak berhenti pada pemberian bantuan fisik, tetapi juga memberikan penguatan kepada orang-orang yang berperan langsung dalam pendidikan anak.
Pelatihan parenting diberikan untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai pola pengasuhan dan pendampingan sesuai kebutuhan perkembangan anak. Sementara kegiatan literasi diarahkan untuk membangun lingkungan yang mendukung perkembangan literasi anak sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran.
Penguatan kompetensi guru dilakukan melalui pelatihan Canva. Guru berlatih membuat media pembelajaran visual yang kreatif dan menarik sehingga diharapkan mampu menghasilkan media pembelajaran secara mandiri dan menggunakannya dalam kegiatan belajar sehari-hari. Di sisi lain, penyerahan hibah sarana pembelajaran menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan fasilitas belajar dan bermain anak. Sarana tersebut diharapkan membantu menciptakan kegiatan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.


Tim PkM Universitas Terbuka menyerahkan sarana pembelajaran kepada KOBER Miftahul Ulum untuk mendukung kegiatan belajar dan bermain anak.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program PkM bergerak dari penguatan fasilitas menuju pemberdayaan guru dan keluarga. Hibah sarana mendukung lingkungan belajar, parenting memperkuat peran orang tua, kegiatan literasi mendukung pengembangan lingkungan belajar anak, sedangkan pelatihan Canva meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.
Melalui program ini, Universitas Terbuka dan KOBER Miftahul Ulum juga memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ke depan, kerja sama diharapkan terus berkembang melalui berbagai bentuk pendampingan dan pelatihan sehingga manfaatnya semakin luas bagi guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat sekitar.

