Sumedang, 30 Agustus 2026 – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia terasa hangat di lingkungan RW 10, Desa Cilembu, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Warga menggelar “Gebyar Desa Cilembu RW 10” selama dua hari, Sabtu–Minggu (29–30/8/2026), di Lapang Volly RW 10. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka (UT) Bandung di Desa Cilembu.

Hari pertama, Sabtu (29/8), diperuntukkan bagi anak-anak. Mereka mengikuti lomba balap kelereng, makan kerupuk, estafet air, balap karung, dan lomba ekspresi. Sorak-sorai orang tua dan tawa anak-anak memenuhi lapangan sejak pagi.
Hari kedua, Minggu (30/8), giliran warga dewasa yang beradu ketangkasan dalam lomba estafet teping, panjat pinang, angkat botol, tarik tambang, dan balap karung. Panjat pinang dan tarik tambang menjadi lomba yang paling ramai ditonton, sekaligus menjadi simbol kerja sama dan gotong royong warga.
Kepala RW 10 Desa Cilembu, Maman Yusman, mengapresiasi antusiasme warga yang tinggi.
“Alhamdulillah, warga RW 10 dari anak-anak sampai orang tua turun semua ke lapangan. Lomba-lomba ini bukan sekadar hiburan, tetapi cara kita menjaga kebersamaan dan mengenang perjuangan para pahlawan. Merdeka itu artinya kita bisa bersatu dan bergotong royong membangun kampung sendiri,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih kepada UT Bandung yang telah mendampingi warga. “Kehadiran UT Bandung di Cilembu sangat berarti bagi kami. Selain kegiatan budidaya jamur merang yang membuka peluang penghasilan baru, semangat kebersamaan warga juga ikut terbangun. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut,” tambahnya.
Diketahui, sejak 2025 UT Bandung melaksanakan PkM Nasional skema Peningkatan Ekonomi Masyarakat bertajuk “Pengembangan Budidaya Jamur Merang Berbasis Desa Produktif (Despro) Desa Cilembu, Kabupaten Sumedang”. Program ini dilaksanakan secara multi-tahun bersama mitra kelompok masyarakat AnjenFarm di Kampung Babakan Anjun RT 03/RW 10. Pada tahun pertama, program berfokus pada pelatihan budidaya jamur merang dan pembangunan kumbung yang dilengkapi sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT). Pada tahun kedua (2026), kegiatan diarahkan pada peningkatan hasil panen melalui pelatihan pembuatan pupuk organik dan pengendalian hama.
Ketua Pelaksana kegiatan, Ridho Harta, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa Gebyar ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat kemerdekaan dalam arti yang lebih luas.

“Kemerdekaan hari ini harus kita isi dengan kemandirian, termasuk kemandirian ekonomi desa. Melalui peringatan HUT RI ke-81 ini, kami ingin mengajak warga Cilembu merayakan kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat untuk terus berinovasi, salah satunya melalui budidaya jamur merang berbasis teknologi,” tuturnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa UT Bandung dalam kegiatan ini juga menjadi wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami ingin kampus hadir bukan hanya di ruang kuliah, tetapi juga di tengah masyarakat. Harapannya, Desa Cilembu benar-benar tumbuh menjadi desa produktif yang sejahtera dan berdaya saing,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba. Dengan semangat “Junjung Tinggi Sportivitas dan Kebersamaan”, warga RW 10 berharap Gebyar Desa Cilembu dapat menjadi agenda tahunan yang terus mempererat persatuan warga.

