MAJALENGKA – Langkah nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat terus diwujudkan melalui penguatan potensi lokal berbasis teknologi. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tingkat Nasional Universitas Terbuka Tahun 2026, Dosen Universitas Terbuka (UT) Bandung, Dr. Riza Alrakhman, M.Pd., menginisiasi program Pengembangan Budi Daya Melon Premium Berbasis Desa Produktif (DESPRO) di Desa Majasuka, Kabupaten Majalengka.

Program strategis ini dikelola dan dijalankan secara intensif berkolaborasi dengan kelompok usaha pertanian An-nabawie Agrolestari untuk mentransformasi kawasan perdesaan menjadi pusat komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi.
Mendorong Holtikultura Nilai Tinggi Melalui Teknologi Modern
Pemilihan komoditas melon premium—seperti varietas Inthanon, Fujisawa, atau Japanese King Melon—menjadi fokus utama program karena memiliki efisiensi lahan yang baik serta daya serap pasar yang sangat tinggi. Dalam program ini, budi daya menerapkan metode modern seperti greenhouse dan sistem irigasi presisi untuk memastikan mutu buah sesuai standar komersial super supermarket.
“Kami ingin mengubah paradigma bahwa desa hanya menghasilkan komoditas standar. Dengan sentuhan teknologi pertanian modern dan pendampingan berkelanjutan, Desa Majasuka mampu memproduksi melon premium berstandar mutu tinggi yang memiliki daya saing pasar nasional,” ujar Dr. Riza Alrakhman, M.Pd. selaku ketua tim PkM Nasional UT Bandung.
Kolaborasi Strategis Berbasis Desa Produktif (DESPRO)
Kemitraan bersama An-nabawie Agrolestari menjadi penggerak utama dalam menjaga keberlanjutan produksi hingga pascapanen. Pendampingan dari tim PkM UT Bandung mencakup tiga pilar utama:
- Teknologi Budi Daya & Manajemen Nutrisi: Pelatihan teknis pengontrolan iklim mikro greenhouse, pemupukan presisi, dan pencegahan hama secara ramah lingkungan.
- Penguatan Tata Kelola Usaha: Pemberdayaan kelompok tani dan An-nabawie Agrolestari dalam hal standarisasi mutu (quality control), kemasan produk (packaging), dan pembukuan usaha.
- Strategi Rantai Pasok & Pemasaran: Pembukaan akses pasar langsung (direct-to-market) ke ritel modern, pasar buah premium, hingga skema agrowisata petik sendiri.
| Indikator | Budi Daya Melon Konvensional | Budi Daya Melon Premium DESPRO (Majasuka) |
| Media & Lingkungan | Lahan Terbuka (Lahan Sawah) | Proteksi Greenhouse & Irigasi Presisi |
| Kualitas Buah (Brix/Manis) | Fluktuatif ($8 – 10\%$) | Konsisten & Tinggi ($13 – 16\%$) |
| Nilai Jual & Pasar | Pasar Tradisional (Murah) | Ritel Modern / Pasar Premium (Tinggi) |
Menuju Pusat Agrowisata dan Ketahanan Pangan Majalengka
Pengembangan Budi Daya Melon Premium berbasis DESPRO ini mendapat apresiasi hangat dari pemerintah desa dan masyarakat lokal. Kehadiran program PkM Tingkat Nasional dari UT Bandung ini diproyeksikan menjadikan Desa Majasuka sebagai ikon Desa Produktif baru di Kabupaten Majalengka yang mandiri, inovatif, dan menyejahterakan para petani lokal.

