Optimalkan Potensi Agribisnis, Universitas Terbuka Gelar FGD dan Diseminasi Digitalisasi Pertanian di Lembang
LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT – Dalam upaya memperkuat sektor agribisnis dan mempercepat transformasi digital di pedesaan, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Terbuka sukses menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Diseminasi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu (24/6).
Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Riza Alrakhman, M.Pd. ini mengusung tema besar: “Membangun Kepercayaan dan Kolaborasi Adopsi Media Digital di Kecamatan Lembang.”, Acara ini dihadiri langsung oleh Camat Lembang, Drs. Bambang Eko Setyowahyudi, Perwakilan LPPM Universitas Terbuka, Dr. Jaka Warsiha, M.Si., serta perwakilan petani, peternak, tokoh masyarakat, dan jajaran stakeholder penting di wilayah Kecamatan Lembang, acara ini menghadirkan dua pakar akademisi sebagai pemateri, yakni Dr. Dede Iswandi, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Akhmad Fauzi, M.Pd. dari Telkom University.

Selama ini, Lembang lebih dominan dikenal publik sebagai destinasi wisata alam dan kuliner. Padahal, potensi sektor hortikultura dan peternakannya sangat melimpah. FGD ini secara khusus membedah kebutuhan penguatan informasi pertanian dan integrasi digital guna meningkatkan pendapatan para petani lokal, “Komunikasi saat ini semakin mudah, namun petani kita membutuhkan kemampuan praktis untuk memanfaatkan platform digital. Perlu ada langkah konkret agar potensi hortikultura dan peternakan Lembang memiliki visibilitas yang sama kuatnya dengan sektor pariwisata,” ujar Dr. Riza Alrakhman, M.Pd.
4 Poin Strategis Hasil Rumusan FGD
Melalui diskusi yang partisipatif, para peserta dan pemateri berhasil merumuskan empat poin krusial yang akan menjadi arah pengembangan digitalisasi ke depan:
- Pelatihan Pemasaran Digital yang Terfokus
Komunitas pertanian membutuhkan program pelatihan digitalisasi yang menyasar kemampuan praktis (pemasaran online dan akses informasi). Tujuannya agar petani dapat mengelola pemasaran secara mandiri dan lebih tanggap terhadap dinamika pasar.
- Fitur Informasi Harga Komoditas Real-Time
Mengingat fluktuasi harga sayuran dan komoditas pertanian yang sangat cepat (bahkan berubah antara pagi dan sore hari), forum mengusulkan adanya fitur khusus di platform kecamatan. Fitur ini akan menampilkan harga harian komoditas (seperti cabai dan sayuran kelolaan lainnya) dengan pembaruan minimal setiap hari atau 2–3 hari sekali guna membantu petani mengambil keputusan penjualan yang tepat.
- Redesain Platform Kecamatan untuk Visibilitas Agribisnis
Masyarakat meminta agar halaman resmi/platform Kecamatan Lembang tidak hanya memajang sektor wisata, tetapi juga menampilkan potensi hortikultura dan hasil peternakan. Dengan begitu, pengunjung dari luar daerah dapat mengetahui pusat produksi sayuran, bunga, dan susu, yang pada gilirannya akan memperluas pasar dan meningkatkan apresiasi terhadap produk lokal.
- Penguatan Kolaborasi Agri-Tourism (Wisata Pertanian)
Salah satu ide inovatif yang mengemuka adalah mengintegrasikan paket wisata dengan kunjungan lapangan ke lahan pertanian. Wisatawan dapat berkeliling, belajar bertani, dan membeli produk langsung dari tangan pertama. Pilot project untuk komoditas kopi saat ini telah dibahas dan direncanakan siap diimplementasikan paling lambat tahun depan untuk menambah kantong pendapatan petani.
Apresiasi Prestasi Petani Lokal
Momentum FGD ini juga menjadi ajang apresiasi bagi kelompok petani Lembang yang berprestasi. Diinformasikan bahwa terdapat kelompok petani lokal yang tengah mengikuti kompetisi di tingkat nasional pada bulan Juni ini. Prestasi dan kegiatan promosi seperti ini diharapkan dapat diangkat ke dalam platform digital untuk membangun citra positif (branding) produk lokal sekaligus menginspirasi kelompok tani lainnya di Kabupaten Bandung Barat. Melalui sinergi antara akademisi Universitas Terbuka, pemerintah kecamatan, dan para pelaku usaha tani, adopsi media digital di Lembang diharapkan tidak sekadar menjadi alat komunikasi, melainkan motor penggerak kesejahteraan ekonomi masyarakat berbasis agraria dan langkah digitalisasi pertanian di Lembang ini diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, transparan, dan berdaya saing tinggi.
